“Rekayasa Sipil untuk Pembangunan Maritim yang Inovatif dan Berkelanjutan”

Prodi Teknik Sipil UMRAH Bahas Kolaborasi Riset Konservasi Air Hujan bersama PUPR Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang, 6 Mei 2026 — Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melaksanakan diskusi pengembangan riset terapan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini membahas usulan kolaborasi riset bertema “Pengembangan Model Konservasi Air Hujan Berbasis Karakteristik Lokasi untuk Mitigasi Limpasan dan Ketahanan Air Pesisir Tanjungpinang.”

Melalui forum ini, Tim Peneliti Teknik Sipil FTTK UMRAH memaparkan gagasan riset terapan yang diarahkan untuk mendukung pengembangan infrastruktur hijau dan sistem drainase perkotaan. Dalam paparan yang disampaikan, Tanjungpinang dipandang sebagai kota pesisir yang memiliki tantangan khas, antara lain keterbatasan sumber air tawar, pengaruh intrusi air laut, serta meningkatnya beban drainase akibat pertumbuhan kawasan terbangun. Air hujan yang seharusnya dapat menjadi sumber daya berpotensi berubah menjadi limpasan apabila tidak dikelola secara tepat.

Usulan riset ini menekankan prinsip “Tangkap, Tahan, dan Resapkan” sebagai pendekatan pengendalian air hujan sedekat mungkin dari sumbernya. Prinsip tersebut diterjemahkan melalui beberapa bentuk intervensi, seperti pemanenan air hujan, ruang terbuka retensi, rain garden, cekungan vegetatif, sumur resapan dangkal, media infiltrasi, serta perkerasan berpori sesuai karakteristik lokasi.
Selain itu, diskusi juga membahas pentingnya pendekatan berbasis karakteristik lokasi. Setiap kawasan, seperti bangunan publik, permukiman padat, ruang terbuka, area parkir, kawasan perkerasan, hingga kawasan pesisir atau tanah jenuh, memerlukan bentuk intervensi yang berbeda. Dengan pendekatan ini, rekomendasi teknis yang dihasilkan diharapkan lebih realistis, tepat guna, dan sesuai dengan kondisi tapak.

Adapun output operasional yang ditawarkan dalam kolaborasi ini meliputi peta prioritas lokasi konservasi air hujan, basis data sederhana, rekomendasi teknis berbasis karakteristik lokasi, bahan awal perencanaan, serta penguatan sinergi lintas pihak. Output tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pendukung bagi PUPR dalam perencanaan program, koordinasi teknis, dan pengembangan infrastruktur hijau perkotaan. Program Studi S1 Teknik Sipil UMRAH berharap diskusi ini dapat menjadi langkah awal kolaborasi yang ringan, realistis, dan bertahap. Melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, riset akademik diharapkan tidak hanya berhenti pada kajian ilmiah, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi perencanaan infrastruktur perkotaan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan wilayah pesisir Tanjungpinang.

By: DK